fbpx

The LOGGIA

  • Multifunction
  • Transformable Spaces
  • More Storages

Apartemen The Loggia mengadopsi konsep tempat tinggal khas orang Jepang yang mengutamakan efektifitas ruangan multi-fungsi (multi-functional space) : memaksimalkan interior ruang dan tempat penyimpanan, pemakaian elemen kayu dan desain kamar dengan furnitur compact dan dapat diubah bentuk (transformable) serta optimalnya unsur cahaya dan udara yang terdapat disetiap unitnya.

Atelier Bow-Wow sebagai desainer interior apartemen Loggia memberikan pilihan konsep desain ruangan yang dapat berubah bentuk/fungsi (transformable spaces) dengan tempat penyimpanan yang lebih (more storage).

Ruang keluarga sekaligus ruang tidur, dimana penggunaan sofa diganti dengan semi-bed yang berfungsi ganda. Ruangan dapat menyatu atau terpisah hanya dengan partisi kayu yang dapat terlipat. Ruangan ini didesain untuk memberikan 2 pilihan penggunaan ruang sekaligus.

Ruang tidur dengan level lantai yang lebih tinggi, sehingga memberikan ruangan dibawahnya untuk tempat penyimpanan. Selain tujuan fungsi, desain ini juga memberikan fungsi ganda seperti Daybed Room, dimana kamar ini dapat ‘menyatu’ dengan ruang keluarga hanya dengan melipat ‘jendela’ kayu.

Menyatukan dua fungsi ruang dalam satu ukuran vertikal : ruang belajar dibagian bawah dan tempat tidur tepat diatasnya. Sama seperti Daybed Room dan Raised Room, desain ini dilengkapi pintu geser berbahan kayu, sehingga ruangan ini dapat ‘menyatu’ dengan ruang keluarga.

apartemen loggiaAdalah desain pintu utama disetiap unit yang memiliki dua lubang ventilasi dibagian atas pintu yang dapat dibuka-tutup yang berfungsi sebagai sirkulasi udara.

The Loggia

“Blusukan” di Konsep Apartemen Loggia

The Loggia dirancang oleh Atelier Bow-Wow dengan langgam arsitektural kontemporer dengan adopsi unsur-unsur lokal. Misalnya seperti tegel yang diproduksi khusus di Yogyakarta.

Sebelum mendesain apartemen yang berlokasi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Co-Principal Atelier Bow-Wow Yoshiharu Tsukamoto melakukan riset mendalam.

Riset ini bertujuan untuk mengetahui gaya dan perilaku hidup kalangan urban Jakarta. Bahkan, Yoshiharu sampai harus “blusukan” ke kampung-kampung di Jakarta demi mendapatkan “rasa” dan inspirasi. Desain yang dihasilkan nanti diharapkan dapat diterima masyarakat ibu kota.

Hingga kemudian didapat rancangan bertema reversibility into emptiness. Konsep desain ini tidak hanya terwujud dari rumah yang rapi, namun juga kaya akan elemen yang bisa memberikan nilai.

Misalnya, bagaimana sinar matahari memancarkan pantulan di lantai ubin ke langit-langit. Juga bias cahaya melalui dinding rotan, atau angin yang bertiup melalui jendela ke koridor.

Kalangan urban Jakarta yang menjadi target pasar adalah keluarga muda dengan kehidupan dinamis, optimistis, namun masih menghargai nilai-nilai kebersamaan.

Karena itu, dialokasikan ruang yang bisa berubah fungsi dari ruang makan menjadi ruang komunal yang dapat menampung hingga 10 orang. Suasana multi-sensory seperti ini yang penting untuk menyegarkan pikiran tiap penghuni.

×

Live Chat via WhatsApp

×