fbpx

The LOGGIA

Bagaimana Rasanya Tinggal di Rumah Jepang

rumah Jepang

Setiap negara tentu memiliki gaya rumah masing-masing yang menjadi ciri khas dari negara tersebut. Gaya rumah tersebut disesuaikan dengan gaya kehidupan masyarakatnya pada masing-masing negara. Beberapa desain rumah tentu ada yang terlihat tidak biasa dan memiliki cukup banyak keunikan.

Seperti yang ditampilkan oleh desain tradisional dari rumah Jepang yang memiliki cukup banyak ciri khas khusus. Yaitu seperti penggunaan pintu geser, tidak menggunakan banyak pondasi beton. Juga penggunaan lantai tatami menjadi sebuah ciri khas khusus yang dimiliki oleh rumah Jepang.

Pada jaman dahulu desain rumah Jepang menggunakan dinding geser yang besar untuk membagi sebuah ruangan yang besar menjadi beberapa bagian. Gaya tradisi desain ini masih digunakan pada rumah modern di Jepang dan juga terdapat sebuah pemisah ruangan portable. Shoji merupakan nama dari alat pembagi ruangan tersebut.

Dalam arsitektur tradisional Jepang, Shoji dapat difungsikan berbagai macam seperti pintu, jendela atau pembatas ruangan. Shoji terbuat dari kertas tembus cahaya yang ditempelkan pada bingkai kayu atau bambu. Kertas yang digunakan untuk sebuah Shoji dapat berupa washi atau kertas bercampur serat sintetis yang tidak mudah robek begitu saja.

Selain menyerap kelembapan dan insulator terhadap panas dan dingin,
Shoji membuat ruangan jadi terang karena sinar matahari dapat menembus Shoji . Bila kertas pelapis rusak, kertas lama bisa dilepas dan diganti dengan kertas baru. Pada zaman modern saat ini terkadang sebuah Shoji tidak lagi menggunakan sebuah kertas tetapi digantikan dengan sebuah kaca.

Selain itu penggunaan lantai tatami juga akan memberikan suasana yang berbeda dengan lantai keramik biasa. Pada jaman dulu di Jepang sebuah tatami merupakan barang mahal yang hanya digunakan pada ruangan-ruangan tertentu saja. Dan biasanya dimana ada sebuah lantai tatami maka disana ada sebuah Zabuton. Zabuton adalah sebuah bantalan duduk tradisional Jepang yang berbentuk kotak kecil dan tipis.

Ajaran Zen dalam Rumah Jepang

Konsep dari rumah Jepang memang tidak lain menjunjung tinggi sebuah kesederhanaan, kebersamaan dan juga menyatu dengan alam. Sehingga sering sekali anda akan menemukan interior-interior yang berasal dari bahan dasar alami seperti kayu, bambu dan juga batu.

Pada musim dingin rumah-rumah di Jepang biasanya telah mempersiapkan sebuah Kotasu. Yaitu sebuah meja penghangat yang dibawahnya terdapat sebuah penghangat dan dibalut dengan sebuah selimut tebal. Kotatsu sangat digemari sekali oleh masyarakat Jepang terutama pada jaman dahulu ketika musim dingin. Biasanya anggota keluarga akan menghangatkan diri dengan duduk bersama-sama di setiap sisi Kotatsu tersebut. Atau juga bisa sambil menyantap sebuah makanan.

Mungkin diantara interior dan arsitektur rumah Jepang lainnya sebuah ruangan bernama Washitsu. Istilah ini kurang populer ditelinga para masyarakat luar Jepang. Padahal Washitsu sendiri merupakan bagian penting pada sebagian besar rumah di Jepang.

Washitsu merupakan sebuah ruangan serba guna yang dialasi penuh dengan sebuah tatami dan pintu geser. Tentu kegunaannya untuk bermacam-macam sesuai namanya. Alas kaki juga harus dilepas ketika memasuki ruangan ini untuk mencegah kerusakan pada tatami.

Didalam ruangan washitsu ini terdapat sebuah sudut utama yang disebut Tokonoma. Sebuah tempat yang dikhususkan untuk menerima tamu dan terdapat beberapa hiasan yang diletakan seperti Ikebana dan Guci. Ajaran Zen dalam agama buddha memang mempengaruhi besar desain interior dan arsitektur pada bangunan Jepang.

Merasakan tinggal dirumah Jepang akan menjadi sebuah pengalaman yang menarik dalam hidup anda. Dan tentunya bisa anda coba ketika berlibur ke Jepang dengan tinggal di hotel-hotel tradisional atau disebut dengan Ryokan.

sumber : https://www.artforia.com/bagaimana-rasanya-tinggal-di-rumah-jepang/

Open chat